ADHD – ATATTENTION DEFICIENT HYPERACTIVITY DISORDER
Di Posting. Ari Wahyono, S.Pd,T, Cht, C.NLP
Sumber Tulisan : Winny Gunarti (Dosen)
Definisi dari Dr. Heinrich Hoffman (1845):
ADHD adalah suatu ganguan rentang perhatian dan perilaku hiperaktif, suatu kondisi medis berupa disfungi otak.
Ada 3 tipe ADHD, yaitu:
Anak inattention bisa Hypofocus atau Hyperfocus
- Kurangnya fokus bukan karena kurang perhatian, bisa karena memperhatikan terlalu banyak hal.
- Semua stimulus masuk ke otak dengan kadar yang sama (tidak bisa membedakan mana informasi penting dan tidak).
- Mudah fokus pada gambar atau lampu sorot, misalnya main game berjam-jam.
Diagnosa gejalanya :
1. Sering gagal untuk fokus dan ceroboh dalam tugas di sekolah dan rumah.
2. Sulit mempertahankan konsentrasi saat belajar atau bermain (hanya bisa 5 – 15 menit)
3. Sering tampak tidak mendengar ketika dipanggil atau diajak bicara.
4. Pelupa.
5. Sering tidak mengikuti instruksi dan tugas tidak selesai.
6. Sulit mengorganisasi tugas dan kegiatan.
7. Sering menghindari, tidak menyukai atau menolak tugas yang perlu, misalnya menolak membuat pe-er.
8. Sering kehilangan atau ketinggalan barang.
9. Mudah terganggu oleh suara/stimulus dari luar, misalnya saat belajar dengar suara klakson langsung beranjak.
Diagnosa gejalanya:
1. Sering fidget (mengetuk jari di meja, menggoyang kaki, dll)
2. Sering berjalan-jalan di kelas/sukar duduk diam.
3. Lari/memanjat/bergerak secara berlebihan.
4. Sulit mengikuti kegiatan yang tenang, misalnya membaca.
5. Selalu aktif, tidak pernah lelah.
6. Banyak bicara atau cerewet, bicara berlebihan.
7. Sering menjawab pertanyaan yang belum selesai ditanya.
8. Sulit menunggu giliran / mengantri.
9. Sering menyelak pembicaraan atau mengganggu orang lain.
Diagnosa ADHA harus minimum 6 bulan dalam semua setting (sekolah, rumah, dan tempat-tempat lain)
Untuk ADHD Inattention — 6 dari 9 gejala di atas
Untuk ADHD Hyperactive / Impulsive — 6 dari 9 gejala di atas
Penyebab ADHD:
1. Genetik,
- 20% anak hiperaktif mempunyai ortu hiperaktif
2. Keracunan bahan beracun, seperti rokok, alcohol, timbal.
3 Brain injury, pada saat melahirkan, misalnya kekurangan O2
4. Alergi makanan, terutama gula dan perasa, diperlukan diet makanan.
Penyebab lainnya:
1. Perubahan yang tiba-tiba dalam hidup anak, misalnya kematian orang tua, perceraian.
2. Gangguan medis yang mempengaruhi fungsi otak.
3. Kegagalam dalam pencapaian karena ketidakmampuan.
Bagaimana rentang perhatian anak ADHD dapat berkembang?
Penting diperhatikan, apakah:
- Mereka tertarik dengan apa yang sedang mereka kerjakan?
- Mereka tertarik pada seseorang atau sesuatu dalam konteks tugas yang diberikan kepada mereka.
- Gunakan permainan peran, berikan peran yang baik.
- Gunakan kartu-kartu yang menarik perhatian dan daftar cek yang terkomputerisasi.
- Menghindari stimuli yang mengalihkan perhatian
- Menghindari transisi
- Kontak mata selama memberi pengarahan verbal
- Arahan jelas dan singkat
- Konsisten, dan instruksi sederhana
- Menyuruh anak duduk
Bagaimana mengontrol dorongan hati anak ADHD?
- Memahami konsep dorongan hati atau tindakan impulsive.
- Tidak membawa masalah pribadi ke situasi tertentu, mengontrol dorongan hati sendiri.
- Sebelum bertindak, berpikir dulu.
- Biarkan anak pergi ke area time-out sampai dapat dikendalikan, relaksasi.
- Memberikan sangsi atas perbuatannya yang merusak, hukuman social service
- Mengajarkan anak menggunakan teknik menenangkan diri
- Memberikan alternatif untuk menghadapi perasaan agresif
Reward yang bermanfaat untuk anak ADHD:
Berilah hadiah positif secara konsisten dan untuk menghargai tugasnya yang selesai:
pujian positif
stempel, stiker, poin, sertifikat
tanggung jawab tambahan
membawa anak-anak pergi keluar
waktu bebas
mengarahkan ke area minatnya secara khusus.
kebebasan untuk bergerak
memilih pekerjaan/opsi kelas.
piknik di alam terbuka
makan siang dengan guru kepala
mengurangi pe-er
memelihara binatang peliharaan
dapat uang jajan
informasikan orangtua tentang hal-hal positif.
Teknik bermanfaat bagi guru untuk mengurangi ketegangan/situasi panas dengan anak ADHD, harus dilakukan secara konsisten dan fleksibel:
Tenang tapi tegas
Biarkan mereka berbicara
Tangan tetap di samping badan
Berikan time-out untuk sendiri
Mengalihkan perhatian
Menawarkan pilihan
Menggunakan sikap diam
Menunjuk pada hak dan tanggung jawab
Menggunakan humor jika pantas.
Pengalaman negatif anak ADHD di sekolah:
- Mengalami pelecehan
- Dijauhi teman-teman di sekolah
- Kesulitan belajar
- Kemampuan sosialisasi yang buruk
- Perilaku kriminal
- Lambat, kurang motivasi
- Gangguan tingkah laku
- Senang membantah
Efek utama yang memiliki dampak signifikan pada individu dan keluarga:
- Anak ADHD bisa memberikan banyak tekanan pada hubungan keluarga, jika mereka juga memiliki ODD.
1. Dampak pendidikan
- Tidak bisa memulai
- Pencapaian rendah
- Bekerja terlalu lambat/cepat
- Lupa instruksi dan penjelasan
- Tidak mengerjakan tugas/malas
- Selalu mengerjakan hal-hal pada menit terakhir
- Mudah teralih perhatiannya
- Menunda-nunda
- Motivasi buruk, mudah frustrasi
- Sulit menyelesaikan tugas
- Menghindar, tidak terorganisisr.
2. Dampak perilaku
- Penuntut
- Suka mencampuri orang lain
- Mudah frustrasi
- Kurang control diri, gelisah
- Bicara lebih banyak disbanding orang lain.
- Suka memerintah dan mudah berubah pendirian
- Mengacau dan sering mendapat celaka
- Mudah teralih perhatiannya dan mengalami hari yang buruk dan baik.
3. Dampak sosial
- Egosentris dan egois
- Gelisah, kasar, dan tidak sensitif
- Tidak dewasa
- Sering tertekan
- Penghargaan diri rendah
- Berisik atau pendiam
- Kurang memikirkan orang lain
- Menarik diri
- Tanpa perasaan
- Tidak mau bergiliran.
Dampak utama ADHD secara umum:
Hidup untuk masa sekarang, kurang pandangan ke depan/ke belakang
Kemampuan pengorganisasian yang buruk, tidak mampu mengatur waktu
Kurang kemampuan bersosial, tak mampu membaca petunjuk sosial
Toleransi yang buruk terhadap frustrasi, tidak fleksibel.
Perilaku yang mencari-cari resiko/bahaya
Problem dengan konsentrasi dan transisi.
Suka berbohong, memaki, mencuri, dan menyalahkan orang lain.
Kapan pengobatan untuk anak ADHD diperlukan?
Sesudah dilakukan evaluasi menyeluruh.
Bila anak beresiko besar melukai dirinya atau orang lain.
Bila upaya intervensi non-medis terbukti tidak memadai.
Bila anak beresiko mendapat masalah emosi atau kegagalan akademik.
Hal yang harus diketahui orangtua tentang pengobatan penyembuhan ini:
Orangtua harus diberitahu tata cara penggunaan obat dan kemungkinan efek samping, seperti kehilangan nafsu makan, sulit tidur, atau kelesuan.
Dosis harus seimbang dalam kualitas dan pengaturan waktu agar efektis.
Dalam kasus yang kompleks, kombinasi pengobatan diperlukan.
Pengobatan stimulant harus ditangani bijaksana demi keamanan dan keefektifan.
Stimulan tidak mengubah anak-anak menjadi zombie.
Obat-obatan itu tidak adiktif.
Tanda perilaku aneh atau kesehatan yang memburuk harus segera dilaporkan.
75% anak-anak dengan pengobatan psiko-stimulan memperlihatkan kemajuan dalam hal rentang perhatian, control impuls dan hiperaktif.
12 langkah antisipasi pengobatan:
1. Diagnosis menyeluruh tentang ADHD
2. Upaya pertolongan
3. Pemberian konseling
4. Menawarkan lingkungan belajar yang tersusun
5. Pengamatan perkembangan
6. Jika tak ada kemajuan, pertimbangkan perlunya pengobatan.
7. Membuat rating dasar pengobatan
8. Periode percobaan dalam pengobatan
9. Penyesuaian bila perlu.
10. Analisa keuntungan/kerugian
11. Keberlanjutan berdasarkan langkah sebelumnya.
12. Kemungkinan pengobatan dihentikan, saat tahunan, libur sekolah, atau periode tertentu.
Komunikasi antara orangtua dan sekolah penting untuk keberhasilan menangani anak-anak dengan ADHD, karena:
Membantu orangtua menempatkan masalah dalam perspektif yang benar.
Mendorong orangtua untuk lebih proaktif daripada reaktif.
Orangtua/guru harus sabar seperti orang suci.
Meskipun sekolah dan rumah penting untuk bekerja sama, guru tidak boleh terbawa ke dalam urusan domestic.
Terus berkomunikasi dengan baik.
Sumber Tulisan : Winny Gunarti (Dosen)
![]() |
| Kadang fenomena seperti ini: Hyperactive |
Definisi dari Dr. Heinrich Hoffman (1845):
ADHD adalah suatu ganguan rentang perhatian dan perilaku hiperaktif, suatu kondisi medis berupa disfungi otak.
Ada 3 tipe ADHD, yaitu:
I. ADHD inattention (sulit memperhatikan)
Anak inattention bisa Hypofocus atau Hyperfocus
- Kurangnya fokus bukan karena kurang perhatian, bisa karena memperhatikan terlalu banyak hal.
- Semua stimulus masuk ke otak dengan kadar yang sama (tidak bisa membedakan mana informasi penting dan tidak).
- Mudah fokus pada gambar atau lampu sorot, misalnya main game berjam-jam.
Diagnosa gejalanya :
1. Sering gagal untuk fokus dan ceroboh dalam tugas di sekolah dan rumah.
2. Sulit mempertahankan konsentrasi saat belajar atau bermain (hanya bisa 5 – 15 menit)
3. Sering tampak tidak mendengar ketika dipanggil atau diajak bicara.
4. Pelupa.
5. Sering tidak mengikuti instruksi dan tugas tidak selesai.
6. Sulit mengorganisasi tugas dan kegiatan.
7. Sering menghindari, tidak menyukai atau menolak tugas yang perlu, misalnya menolak membuat pe-er.
8. Sering kehilangan atau ketinggalan barang.
9. Mudah terganggu oleh suara/stimulus dari luar, misalnya saat belajar dengar suara klakson langsung beranjak.
II. ADHD Hyperactive / impulsive
Diagnosa gejalanya:
1. Sering fidget (mengetuk jari di meja, menggoyang kaki, dll)
2. Sering berjalan-jalan di kelas/sukar duduk diam.
3. Lari/memanjat/bergerak secara berlebihan.
4. Sulit mengikuti kegiatan yang tenang, misalnya membaca.
5. Selalu aktif, tidak pernah lelah.
6. Banyak bicara atau cerewet, bicara berlebihan.
7. Sering menjawab pertanyaan yang belum selesai ditanya.
8. Sulit menunggu giliran / mengantri.
9. Sering menyelak pembicaraan atau mengganggu orang lain.
III. ADHD Combined
Diagnosa ADHA harus minimum 6 bulan dalam semua setting (sekolah, rumah, dan tempat-tempat lain)
Untuk ADHD Inattention — 6 dari 9 gejala di atas
Untuk ADHD Hyperactive / Impulsive — 6 dari 9 gejala di atas
Penyebab ADHD:
1. Genetik,
- 20% anak hiperaktif mempunyai ortu hiperaktif
2. Keracunan bahan beracun, seperti rokok, alcohol, timbal.
3 Brain injury, pada saat melahirkan, misalnya kekurangan O2
4. Alergi makanan, terutama gula dan perasa, diperlukan diet makanan.
Penyebab lainnya:
1. Perubahan yang tiba-tiba dalam hidup anak, misalnya kematian orang tua, perceraian.
2. Gangguan medis yang mempengaruhi fungsi otak.
3. Kegagalam dalam pencapaian karena ketidakmampuan.
Bagaimana rentang perhatian anak ADHD dapat berkembang?
Penting diperhatikan, apakah:
- Mereka tertarik dengan apa yang sedang mereka kerjakan?
- Mereka tertarik pada seseorang atau sesuatu dalam konteks tugas yang diberikan kepada mereka.
- Gunakan permainan peran, berikan peran yang baik.
- Gunakan kartu-kartu yang menarik perhatian dan daftar cek yang terkomputerisasi.
- Menghindari stimuli yang mengalihkan perhatian
- Menghindari transisi
- Kontak mata selama memberi pengarahan verbal
- Arahan jelas dan singkat
- Konsisten, dan instruksi sederhana
- Menyuruh anak duduk
Bagaimana mengontrol dorongan hati anak ADHD?
- Memahami konsep dorongan hati atau tindakan impulsive.
- Tidak membawa masalah pribadi ke situasi tertentu, mengontrol dorongan hati sendiri.
- Sebelum bertindak, berpikir dulu.
- Biarkan anak pergi ke area time-out sampai dapat dikendalikan, relaksasi.
- Memberikan sangsi atas perbuatannya yang merusak, hukuman social service
- Mengajarkan anak menggunakan teknik menenangkan diri
- Memberikan alternatif untuk menghadapi perasaan agresif
Reward yang bermanfaat untuk anak ADHD:
Berilah hadiah positif secara konsisten dan untuk menghargai tugasnya yang selesai:
pujian positif
stempel, stiker, poin, sertifikat
tanggung jawab tambahan
membawa anak-anak pergi keluar
waktu bebas
mengarahkan ke area minatnya secara khusus.
kebebasan untuk bergerak
memilih pekerjaan/opsi kelas.
piknik di alam terbuka
makan siang dengan guru kepala
mengurangi pe-er
memelihara binatang peliharaan
dapat uang jajan
informasikan orangtua tentang hal-hal positif.
Teknik bermanfaat bagi guru untuk mengurangi ketegangan/situasi panas dengan anak ADHD, harus dilakukan secara konsisten dan fleksibel:
Tenang tapi tegas
Biarkan mereka berbicara
Tangan tetap di samping badan
Berikan time-out untuk sendiri
Mengalihkan perhatian
Menawarkan pilihan
Menggunakan sikap diam
Menunjuk pada hak dan tanggung jawab
Menggunakan humor jika pantas.
Pengalaman negatif anak ADHD di sekolah:
- Mengalami pelecehan
- Dijauhi teman-teman di sekolah
- Kesulitan belajar
- Kemampuan sosialisasi yang buruk
- Perilaku kriminal
- Lambat, kurang motivasi
- Gangguan tingkah laku
- Senang membantah
Efek utama yang memiliki dampak signifikan pada individu dan keluarga:
- Anak ADHD bisa memberikan banyak tekanan pada hubungan keluarga, jika mereka juga memiliki ODD.
1. Dampak pendidikan
- Tidak bisa memulai
- Pencapaian rendah
- Bekerja terlalu lambat/cepat
- Lupa instruksi dan penjelasan
- Tidak mengerjakan tugas/malas
- Selalu mengerjakan hal-hal pada menit terakhir
- Mudah teralih perhatiannya
- Menunda-nunda
- Motivasi buruk, mudah frustrasi
- Sulit menyelesaikan tugas
- Menghindar, tidak terorganisisr.
2. Dampak perilaku
- Penuntut
- Suka mencampuri orang lain
- Mudah frustrasi
- Kurang control diri, gelisah
- Bicara lebih banyak disbanding orang lain.
- Suka memerintah dan mudah berubah pendirian
- Mengacau dan sering mendapat celaka
- Mudah teralih perhatiannya dan mengalami hari yang buruk dan baik.
3. Dampak sosial
- Egosentris dan egois
- Gelisah, kasar, dan tidak sensitif
- Tidak dewasa
- Sering tertekan
- Penghargaan diri rendah
- Berisik atau pendiam
- Kurang memikirkan orang lain
- Menarik diri
- Tanpa perasaan
- Tidak mau bergiliran.
Dampak utama ADHD secara umum:
Hidup untuk masa sekarang, kurang pandangan ke depan/ke belakang
Kemampuan pengorganisasian yang buruk, tidak mampu mengatur waktu
Kurang kemampuan bersosial, tak mampu membaca petunjuk sosial
Toleransi yang buruk terhadap frustrasi, tidak fleksibel.
Perilaku yang mencari-cari resiko/bahaya
Problem dengan konsentrasi dan transisi.
Suka berbohong, memaki, mencuri, dan menyalahkan orang lain.
Kapan pengobatan untuk anak ADHD diperlukan?
Sesudah dilakukan evaluasi menyeluruh.
Bila anak beresiko besar melukai dirinya atau orang lain.
Bila upaya intervensi non-medis terbukti tidak memadai.
Bila anak beresiko mendapat masalah emosi atau kegagalan akademik.
Hal yang harus diketahui orangtua tentang pengobatan penyembuhan ini:
Orangtua harus diberitahu tata cara penggunaan obat dan kemungkinan efek samping, seperti kehilangan nafsu makan, sulit tidur, atau kelesuan.
Dosis harus seimbang dalam kualitas dan pengaturan waktu agar efektis.
Dalam kasus yang kompleks, kombinasi pengobatan diperlukan.
Pengobatan stimulant harus ditangani bijaksana demi keamanan dan keefektifan.
Stimulan tidak mengubah anak-anak menjadi zombie.
Obat-obatan itu tidak adiktif.
Tanda perilaku aneh atau kesehatan yang memburuk harus segera dilaporkan.
75% anak-anak dengan pengobatan psiko-stimulan memperlihatkan kemajuan dalam hal rentang perhatian, control impuls dan hiperaktif.
12 langkah antisipasi pengobatan:
1. Diagnosis menyeluruh tentang ADHD
2. Upaya pertolongan
3. Pemberian konseling
4. Menawarkan lingkungan belajar yang tersusun
5. Pengamatan perkembangan
6. Jika tak ada kemajuan, pertimbangkan perlunya pengobatan.
7. Membuat rating dasar pengobatan
8. Periode percobaan dalam pengobatan
9. Penyesuaian bila perlu.
10. Analisa keuntungan/kerugian
11. Keberlanjutan berdasarkan langkah sebelumnya.
12. Kemungkinan pengobatan dihentikan, saat tahunan, libur sekolah, atau periode tertentu.
Komunikasi antara orangtua dan sekolah penting untuk keberhasilan menangani anak-anak dengan ADHD, karena:
Membantu orangtua menempatkan masalah dalam perspektif yang benar.
Mendorong orangtua untuk lebih proaktif daripada reaktif.
Orangtua/guru harus sabar seperti orang suci.
Meskipun sekolah dan rumah penting untuk bekerja sama, guru tidak boleh terbawa ke dalam urusan domestic.
Terus berkomunikasi dengan baik.

0 Response to "ADHD – ATATTENTION DEFICIENT HYPERACTIVITY DISORDER"
Post a Comment