-->

Presuposisi Linguistik (9)


Oleh : Yuki Yusman Rahmat, Mch, M.Pd

Kira-kira setelah bersenang-senang dengan dahsyatnya modal operators, hal menarik apa lagi yang akan kita pelajari sekarang?
 Oh ya.. berbicara mengenai mengenai chaining modal operators tentunya anda akan teringat terhadap teknik reframming! That’s right... yang perlu Anda lakukan adalah menambahkan ide apa saja yang perlu ditambahkan diantara kata kunci modal operator necessity dan possibility sebagai bahan untuk memperluas model of the world  klien, agar klien bisa memiliki pilihan sikap yang lain, biasanya isinya adalah alasan kuat bagi orang itu untuk berubah/bertindak (Anda bisa juga menggunakan content atau context reframming.)

 Contoh: Saya gak mau beli mobil ini
 Practitioner:
 “Oke, Bapak gak mau beli mobil ini, terlalu cepat. Mungkin Bapak gak perlu mobil baru. Biasanya nih.. kebanyakan orang yang sudah beli mobil di dealer kami merasa perlu buat lihat-lihat mobil yang ada dengan cermat, pas test drive mereka bisa ngebayangin gimana elegannya jalan-jalan keliling kota bareng keluarga pake mobil ini, belum lagi tenaga yang kuat dan iritnya mobil ini bikin kocek tetep tebel diakhir bulan. Saya ga ingat seberapa cepet orang-orang itu mau membelinya, tapi tentunya Bapak ga harus beli.. sekarang.. jika memang harus mungkin aja bisa, Bapak boleh test drive aja dulu!”.
 (Perhatikan intonasi ketika mengucapkannya)

 Mau contoh yang lebih pendek? Ini dia:

 Seseorang mengatakan: “Saya ‘gak bisa berubah

 Kita jawab: “Bisa gitu ya? Saya ‘gak tahu.. mungkin kamu ‘gak perlu berubah.. Dan apa yang akan terjadi jika kamu bisa berubah?”
 Jadi, gunakan necessity dan possibility secara bergantian. Jika sudah menguasai presuposisi yang lain bisa ditambahkan disini, agar kalimatnya lebih bervariasi dan memiliki efek yang lebih kuat lagi.

 4. CAUSE – EFFECT (Sebab – Akibat) atau KATA PENGHUBUNG AKIBAT.
  
Sekarang kita lanjutkan ke presuposisi berikutnya. Karena presuposisi ini sudah beberapa kali muncul pada contoh-contoh kalimat yang saya tulis sebelumnya, bahkan dalam beberapa kesempatan saya menjelaskan apa yang saya tulis di sini dengan pola C - E, jadi saya yakin Anda tidak asing lagi dengan presuposisi yang satu ini! Dalam causes – effect ini kita akan menemukan pola A menyebabkan B. (Saya penasaran apakah Anda dapat menemukan pola C - E pada paragraf yang baru saja Anda baca?)

Teman-teman, pola sebab – akibat ini adalah salah satu pola bahasa yang paling sering digunakan oleh para hipnoterapis, bahkan kita mungkin tidak menyadari bahwa sebenarnya telah lama sekali kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam setiap komunikasi verbal, bahkan self talk.
Presuposisi ini menggunakan kata-kata yang bermakna sebuah hubungan sebab-akibat antara sesuatu yang sedang/telah terjadi dengan sesuatu yang diinginkan, akan terjadi atau dianggap seolah-olah terjadi. Kata kuncinya antara lain; “karena...”, “membuat...”, “membuat...”, “jika... maka”, “sebagaimana... maka”

Catatan: cause bisa saja berbentuk pacing on going reality  dan effect adalah leading pada state atau tujuan yang diinginkan.

Ada tiga macam bentuk dari presuposisi ini. Antara lain conjunction , implied causative, dan cause > effect. Berikut uraiannya satu persatu :

I. Conjunction

Conjunction adalah jenis sebab – akibat yang paling lemah. Dalam pola ini kita dapat menemukan adanya hubungan antara dua fenomena yang berhubungan maupun tidak dengan kata:

“DAN” & “TAPI”

Dimana ide pertama pada kalimat akan mengarah  (dan/atau mengakibatkan) pada ide kedua, ide kedua pada ide ketiga dst. Contohnya:

1).Kamu boleh pulang sekarang, dan tidak perlu menemui saya lagi! (dalam intonasi marah). Atau, Kamu boleh pulang sekarang, tapi jangan pernah menemui saya lagi!
2).Silahkan kalian mencontek, dan saya akan memberikan nilai nol!
3).Linda membacakan buku, dan Alif mendengarkannya.
4).Susi sedang bermain bulu tangkis, dan Santi menontonnya.
5).Saya tadi memasak ayam bakar, dan kalian boleh menyantapnya sekarang.
6).Kamu gak usah telepon saya lagi, dan kita putus!
7).Sebenarnya saya sudah belajar, tapi tetap mendapatkan nilai jelek.
8).Kamu boleh saja pulang malam, tapi jangan harap Bapak membukakan pintu.
9).Rencananya saya ingin memberikan kejutan padanya, tapi dia malah marah-marah.
10)  Terkadang Anda bisa saja kehilangan mood untuk bekerja, tetapi keluarga Anda di rumah mengandalkan Anda untuk hidup!

 Dan sekarang, mari kita bersenang-senang dengan pola ini! Sebagai catatan, memang kata “tapi” adalah salah satu kata yang banyak dihindari oleh para coach/hipnoterapist/NLP Practitioner, dll, tapi kita akan melihat beberapa contoh penggunaan kata “tapi” yang ternyata sangat powerful untuk digunakan dalam sebuah kalimat (perhatikan bagaimana pola conjunction saya gunakan pada kalimat sebelum dalam kurung). Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana menggunakan pola ini kepada klien kita:
 1). Anda dapat mendengarkan penjelasan dari saya, dan merasa lebih penasaran dengan produk ini.
2). Anda mendengarkan suara saya, dan anda dapat mulai rileks.
3). Anda menarik nafas dan membuang nafas, dan Anda ingin tahu hal menarik apa lagi yang akan Anda pelajari.
4). Anda boleh melihat pada slide di depan, dan membaca keunggulan produk kami sebelum memutuskan untuk membeli sekarang.
5). Silahkan Anda membaca proposal dari kami, dan saya akan menjelaskan mengapa Bapak perlu mempercayakan proyek itu pada kami.
6). Mungkin terkadang Anda terlihat bingung, tapi Anda terus belajar secara tidak sadar.
7). Memang banyak yang lebih murah, tapi yang paling bagus hanya kami yang punya.
8). Banyak sekali obat-obatan herbal dan alami yang berkhasiat bagi kesehatan, tapi hanya madu YYY  yang dapat mengatasi banyak keluhan kesehatan.
9). Banyak operator telepon yang menjanjikan sinyal kuat, tapi hanya kami yang menjangkau seluruh provinsi, dan kuatnya sinyal kami bisa dibuktikan oleh Anda.
10)  Tarik nafas yang dalam dan hembuskan perlahan-lahan.. dan suara-suara yang Anda dengar diruangan ini membawa Anda masuk lebih jauh kedalam relaksasi.. dan sekarang, Anda bisa saja mulai kehilangan tenaga di tubuh Anda dan begitu lemas, tapi yakinlah bahwa pikiran bawah sadar selalu menjaga Anda kapanpun dan dimanapun Anda berada.
Secara alami kata “tapi” akan menegasikan pernyataan yang dibuat sebelumnya. Misalnya:
 (Kamu cantik sekali hari ini), (tapi sayang baju yang kamu pakai kurang matching)
.... (+).....X......... (-)..........  = (-)
 Dengan kata lain ‘cantik’nya seolah hilang, dan pujiannya seakan-akan dibatalkan dengan pernyataan kedua.
 Manfaatkan sifat alami dari kata “tapi” ini untuk “membatalkan” keunggulan atau kekurangan di pernyataan pertama seperti pada contoh nomor 6 – 10. Setelah membaca contoh penggunaan kata “tapi”, bisakah Anda secara bijak menggunakan kata “tapi” pada kalimat-kalimat yang Anda tulis atau ucapkan?.

Selamat mencerna...

0 Response to "Presuposisi Linguistik (9)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel