-->

Menerapkan Rapport

Oleh. Ari Wahyono

Komunikasi merupakan instrumen manusia berhubungan. Hubungan yang di bangun orang yang satu dan yang lain dimulai ketika awal sekali kontak. Mungkin hanya di awali berpapasan, saling menyapa, atau sekedar beradu pandangan. Sebagian kita tentu bisa merasakan perasaan asing ketika bertemu dengan orang yang baru kita kenal atau asing. Perasaan asing ini menurut Allan Peace dialami hingga 97% orang, dan hanya 3 % orang yang bisa mengatasi kekakuan ini. Rapport adalah sebuah pola bahasa komunikasi yang mereduksi keterasingan ini dengan cepat, kurang lebihnya demikian.
Unsur komunikasi antar individu memiliki beberapa unsur penting:
1. Verbal (Kata, Pilihan kata, intonasi, kecepatan, ritme)
2. Non-Verbal (Gesture, Posisi tubuh, Bahasa tubuh, Gerak alis, mata dll)
Hal unik ialah, ternyata kesemua ini bisa menimbulkan persepsi. Ketika salah satu unsur komunikasi ini di ubah maka pemaknaan dari komunikasi mengalami perubahan juga.

Rapport dalam kehidupan sehari-hari : nyaman jika selaras.

Rapport kurang lebih adalah cara menselaraskan antara komunikator dan lawannya.
Untuk menerapkan rapport sebagai pemula tidaklah sulit karena ini sudah terjadi di sekitar kita. Misalkan kita mengunjungi sebuah upacara resepsi, ketika pemilik acara menyarankan tamu undangan mengenakan batik. Maka menyesuaikan diri terhadap corak pakaian kita dengan batik di acara adalah salah satu terapannya. Anak kita mengenakan seragam di sekolahannya. Ini terapan rapport sederhana yang bisa membuat kita nyaman terlibat dalam komunikasi dan membangun hubungan.
Kapan rapport di terapkan? Jawabannya : Di setiap tempat ada komunikasi dan membangun hubungan.



0 Response to "Menerapkan Rapport"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel