Presuposisi Linguistik (3)
Oleh.Yuki Yusman Rahmat, CM.NLP
Begitulah Erickson, beliau seringkali menggunakan presuposisi dalam menangani pasiennya untuk memfasilitasi perubahan atau penyembuhan. Apa manfaat dan fungsi dari presuposisi? Apa itu Presuposisi? Apa perbedaannya dengan mind reading? Bagaimana saja pola-pola dari presuposisi ini? Bagaimana cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari?
Presuposisi adalah asumsi linguistik, atau praduga. Praduga ini dapat memunculkan makna yang masuk akal yang muncul dari suatu kalimat, terlepas apakah asumsi itu sebuah kebenaran atau bukan. Fungsi yang pertama, NLP Practitioner dan Hypnoterapist dapat menggunakan presuposisi ini dalam pola bahasanya untuk memfasilitasi dan mensugestikan perubahan. Dalam hal ini pendengar/klien/pasien akan mencari makna dengan TDS, mencari kebenaran apa yang terkandung dari kalimat itu, dan menerimanya sebagai asumsi dalam prosesnya. Seperti yang saya contohkan di artikel Bagian I & II.
Saya akan memberikan satu contoh lagi bagaimana Erickson memberikan sugesti bahwa klien dapat berubah, inilah pola bahasa yang dilakukan Erickson di setiap penghujung sesi terapinya;
“Saya tidak tahu kapan Anda akan membuat perubahan ini, saya tidak yakin apakah itu minggu depan atau seminggu setelahnya. Dan saya tidak perlu tahu. Bisa saja itu hari selasa, bisa saja itu hari kamis. Saya tidak perlu tahu.”
Barangkali terdengar aneh.. namun begitulah adanya. Erickson menggunakan kalimat presuposisi diatas untuk memberikan sugesti kepada klien agar berubah. Klien mencari makna dari dari kalimat diatas, menerima asumsi bahwa walau bagaimanapun mereka dapat berubah kapanpun mereka mau, dalam kondisi apapun.
Fungsi yang kedua, sebaliknya Practitioner dapat mendengarkan presuposisi yang terkandung pada bahasa dari klien, asumsi-asumsi dalam setiap kalimat klien yang mengungkapkan informasi penting mengenai bagaimana struktur map of the world seorang klien.
Contohnya:
1. Ga seperti di kantor, sekarang saya senang ada di rumah.
Presuposisinya:
2. Saya berharap suami saya dapat lebih memahami kebutuhan anak-anak.
Presuposisinya:
Nah.. dari dua contoh di atas, tentunya teman-teman tidak asing lagi bagaimana cara mencacahnya dengan METAMODEL! Sebagai catatan, untuk dapat mencacah informasi dengan metamodel.. terlebih dahulu pahami atau cari presuposisi yang terkandung dari kalimat yang diucapkan klien
Karena ucapan klien adalah kalimat klien maka perlu dilakukan klarifikasi dengan metamodel agar tahu dengan persis apa sebenarnya MAP yang dimaksud oleh klien, untuk menghindari MIND READING oleh practitioner.
Saya tidak akan membahas metamodel di seri presuposisi ini, barangkali setelah saya menulis tentang presuposisi linguistik akan ada teman-teman yang mulai tergerak untuk menulisnya di forum ini, atau tentang hal lainnya barangkali?! (Nahh... apa tuh presuposisinya hehee :-D)
Any Question?
BERSAMBUNG ke bagian IV
Begitulah Erickson, beliau seringkali menggunakan presuposisi dalam menangani pasiennya untuk memfasilitasi perubahan atau penyembuhan. Apa manfaat dan fungsi dari presuposisi? Apa itu Presuposisi? Apa perbedaannya dengan mind reading? Bagaimana saja pola-pola dari presuposisi ini? Bagaimana cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari?
![]() |
| Milton Ericson |
Presuposisi adalah asumsi linguistik, atau praduga. Praduga ini dapat memunculkan makna yang masuk akal yang muncul dari suatu kalimat, terlepas apakah asumsi itu sebuah kebenaran atau bukan. Fungsi yang pertama, NLP Practitioner dan Hypnoterapist dapat menggunakan presuposisi ini dalam pola bahasanya untuk memfasilitasi dan mensugestikan perubahan. Dalam hal ini pendengar/klien/pasien akan mencari makna dengan TDS, mencari kebenaran apa yang terkandung dari kalimat itu, dan menerimanya sebagai asumsi dalam prosesnya. Seperti yang saya contohkan di artikel Bagian I & II.
Saya akan memberikan satu contoh lagi bagaimana Erickson memberikan sugesti bahwa klien dapat berubah, inilah pola bahasa yang dilakukan Erickson di setiap penghujung sesi terapinya;
“Saya tidak tahu kapan Anda akan membuat perubahan ini, saya tidak yakin apakah itu minggu depan atau seminggu setelahnya. Dan saya tidak perlu tahu. Bisa saja itu hari selasa, bisa saja itu hari kamis. Saya tidak perlu tahu.”
Barangkali terdengar aneh.. namun begitulah adanya. Erickson menggunakan kalimat presuposisi diatas untuk memberikan sugesti kepada klien agar berubah. Klien mencari makna dari dari kalimat diatas, menerima asumsi bahwa walau bagaimanapun mereka dapat berubah kapanpun mereka mau, dalam kondisi apapun.
Fungsi yang kedua, sebaliknya Practitioner dapat mendengarkan presuposisi yang terkandung pada bahasa dari klien, asumsi-asumsi dalam setiap kalimat klien yang mengungkapkan informasi penting mengenai bagaimana struktur map of the world seorang klien.
Contohnya:
1. Ga seperti di kantor, sekarang saya senang ada di rumah.
Presuposisinya:
- Dia tidak senang berada di kantor
- Ada sesuatu di kantor yang mebuat dia tidak senang
- Ada sesuatu di rumah yang membuat dia senang
2. Saya berharap suami saya dapat lebih memahami kebutuhan anak-anak.
Presuposisinya:
- Suaminya belum dapat memahami kebutuhan anak-anak
- Ada kebutuhan anak-anaknya yang belum terpenuhi
- Ada sesuatu yang belum dilakukan suaminya untuk memahami kebutuhan anak-anak
Nah.. dari dua contoh di atas, tentunya teman-teman tidak asing lagi bagaimana cara mencacahnya dengan METAMODEL! Sebagai catatan, untuk dapat mencacah informasi dengan metamodel.. terlebih dahulu pahami atau cari presuposisi yang terkandung dari kalimat yang diucapkan klien
Karena ucapan klien adalah kalimat klien maka perlu dilakukan klarifikasi dengan metamodel agar tahu dengan persis apa sebenarnya MAP yang dimaksud oleh klien, untuk menghindari MIND READING oleh practitioner.
Saya tidak akan membahas metamodel di seri presuposisi ini, barangkali setelah saya menulis tentang presuposisi linguistik akan ada teman-teman yang mulai tergerak untuk menulisnya di forum ini, atau tentang hal lainnya barangkali?! (Nahh... apa tuh presuposisinya hehee :-D)
Any Question?
BERSAMBUNG ke bagian IV

0 Response to "Presuposisi Linguistik (3)"
Post a Comment