Presuposisi Lingusitic (4)
![]() |
| Pola Bahasa Mempengaruhi respons |
Oleh. Yuki Yusman Rahmat, CM.NLP
Kita kembali lagi di pembahasan mengenai Presuposisi Linguistik... Jadi, apa manfaat kita belajar Presuposisi? Dengan kalimat lain, saya dapat mejabarkan bahwa manfaat presuposisi yang pertama adalah untuk memberikan makna baru bagi klien terhadap sesuatu, atau untuk merubah dan memberikan representasi internal yang baru (memberikan sugesti). Sementara fungsi yang kedua adalah ketika kita menemukan presuposisi dari apa yang dikatakan oleh klien dalam kalimatnya artinya kita dapat menemukan apa yang terjadi di dalam map of the world-nya (rep. Internal).
Sebelum kita belajar bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, ada baiknya kita mengetahui beberapa macam presuposisi linguistik, intisari dari karya besar Milton H. Erickson. Ketika anda sudah mempelajari beberapa macam presuposisi linguistik anda akan menyadari bagaimana saya menyusun kalimat demi kalimat dalam rangkaian artikel yang saya tulis ini.
- Existence
- Negation
- Possibility/Necessity
- Cause – Effect
- Complex Equivalence
- Awareness
- Time & Space
- Adverb/Adjective
- Exclusive/Inclusive Or
- Ordinal
Dsb..
Stop!!! Ko Dsb. Sih? Ia benar sekali, sebenarnya masih banyak sekali jenis Presuposisi lainnya yang digunakan oleh Erickson! Untuk sekarang, kita hanya akan membahas ke-10 presuposisi yang tertulis diatas satu demi satu. Sebagai catatan, presuposisi inilah yang menjadi dasar bagi Pola Bahasa Hipnotik (Hypnotic Language Pattern) yang lainnya, nanti kita akan buktikan dan rasakan bagaimana hipnotiknya presuposisi linguistik ini.
1. Existence (Eksistensi)
Memaknai apa yang harus ada di dunia ini agar kalimat yang diucapkan/tertulis menjadi masuk akal.
Contohnya:
1. Riza berada di depan ruangan
Presuposisi:
Ada Riza
Ada sebuah ruangan
Ada depan ruangan
Ada belakang ruangan
Ada observer (yang melihat Riza di depan ruangan)
Stop!!! Ko Dsb. Sih? Ia benar sekali, sebenarnya masih banyak sekali jenis Presuposisi lainnya yang digunakan oleh Erickson! Untuk sekarang, kita hanya akan membahas ke-10 presuposisi yang tertulis diatas satu demi satu. Sebagai catatan, presuposisi inilah yang menjadi dasar bagi Pola Bahasa Hipnotik (Hypnotic Language Pattern) yang lainnya, nanti kita akan buktikan dan rasakan bagaimana hipnotiknya presuposisi linguistik ini.
1. Existence (Eksistensi)
Memaknai apa yang harus ada di dunia ini agar kalimat yang diucapkan/tertulis menjadi masuk akal.
Contohnya:
1. Riza berada di depan ruangan
Presuposisi:
Ada Riza
Ada sebuah ruangan
Ada depan ruangan
Ada belakang ruangan
Ada observer (yang melihat Riza di depan ruangan)
2. Hadiah yang diterima Joni pada pesta ulang-tahunnya membuat dia gembira.
Presuposisi:
Ada Joni
Ada pesta ulang tahun Joni
Ada hadiah/banyak hadiah
Ada orang-orang yang hadir
Ada yang memberikan hadiah
Ada tempat pesta ulang tahun
Catatan: pola kalimat ini sebenarnya adalah presuposisi Cause – Effect yang akan diterangkan nanti. Sementara hanya perhatikan apa yang harus ada untuk membuat kalimat ini menjadi masuk akal, sekarang.
3. Perusahaan kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen.
Presuposisi:
Ada perusahaan
Ada banyak konsumen
Ada pelayanan terbaik dari perusahaan
Ada perusahaan lain yang tidak memberikan pelayanan dengan baik
4. Hanya apotik kami yang menjual obat asli
Presuposisi:
Ada apotik
Ada obat asli
Ada obat palsu
Ada Apotik lain yang menjual obat palsu
5. Orang pintar minum tolak angin
Presuposisi:
Ada orang pintar
Ada sesuatu yang bisa diminum bernama tolak angin
Tolak angin pilihan yang diminum oleh orang pintar
Orang yang tidak minum total angin berarti tidak pintar
6. Ini hand phone baru saya, saya sih maunya membeli hand phone yang ada fitur 3G-nya.
Presuposisi:
Ada saya
Ada hand phone baru
Ada hand phone dengan fitur 3G
Ada Hand phone tanpa fitur 3G
“saya” berniat membeli handphone dengan fitur 3G
Handphone dengan fitur 3G tidak dibeli oleh “saya”
Handphone tanpa fitur 3G dibeli oleh “saya”
Sudah jelas, kan? Intinya adalah apa saja yang harus ada di dunia dari kalimat itu agar kalimat itu menjadi masuk akal.
Saya akan memberikan tambahan materi disini, tentunya teman-teman ingin bila ingin meminta orang lain melakukan sesuatu dengan lebih sopan dan halus, kan?
Ada sebuah presuposisi yang disebut dengan Conversational Postulate, saya yakin teman-teman juga sudah sering menggunakan presuposisi ini dan juga sudah sering mendengarkan pola bahasa ini.
Berupa pertanyaan:
Maukah Anda menutup pintu?
Bisakah Anda menutup pintu?
Bolehkah Anda menutup pintu?
Apa pintunya terbuka ya?
Berupa pernyataan:
Anda bisa menutup pintu
Anda boleh menutup pintu
Pintunya terbuka
kalimat pertanyaan dan pernyataan diatas sama-sama memiliki makna “saya ingin anda menutup pintu!” atau “tutup pintunya!” atau “silahkan tutup pintunya”. Pernyataan diatas secara struktur tidak ada yang secara eksplisit memerintahkan untuk menutup pintu, namun yang terjadi orang yang mendengarkannya tetap akan menerima presuposisi untuk bergerak dan menutup pintu pada akhirnya.
Any Question?
To be continued....
Presuposisi:
Ada Joni
Ada pesta ulang tahun Joni
Ada hadiah/banyak hadiah
Ada orang-orang yang hadir
Ada yang memberikan hadiah
Ada tempat pesta ulang tahun
Catatan: pola kalimat ini sebenarnya adalah presuposisi Cause – Effect yang akan diterangkan nanti. Sementara hanya perhatikan apa yang harus ada untuk membuat kalimat ini menjadi masuk akal, sekarang.
3. Perusahaan kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen.
Presuposisi:
Ada perusahaan
Ada banyak konsumen
Ada pelayanan terbaik dari perusahaan
Ada perusahaan lain yang tidak memberikan pelayanan dengan baik
4. Hanya apotik kami yang menjual obat asli
Presuposisi:
Ada apotik
Ada obat asli
Ada obat palsu
Ada Apotik lain yang menjual obat palsu
5. Orang pintar minum tolak angin
Presuposisi:
Ada orang pintar
Ada sesuatu yang bisa diminum bernama tolak angin
Tolak angin pilihan yang diminum oleh orang pintar
Orang yang tidak minum total angin berarti tidak pintar
6. Ini hand phone baru saya, saya sih maunya membeli hand phone yang ada fitur 3G-nya.
Presuposisi:
Ada saya
Ada hand phone baru
Ada hand phone dengan fitur 3G
Ada Hand phone tanpa fitur 3G
“saya” berniat membeli handphone dengan fitur 3G
Handphone dengan fitur 3G tidak dibeli oleh “saya”
Handphone tanpa fitur 3G dibeli oleh “saya”
Sudah jelas, kan? Intinya adalah apa saja yang harus ada di dunia dari kalimat itu agar kalimat itu menjadi masuk akal.
Saya akan memberikan tambahan materi disini, tentunya teman-teman ingin bila ingin meminta orang lain melakukan sesuatu dengan lebih sopan dan halus, kan?
Ada sebuah presuposisi yang disebut dengan Conversational Postulate, saya yakin teman-teman juga sudah sering menggunakan presuposisi ini dan juga sudah sering mendengarkan pola bahasa ini.
Berupa pertanyaan:
Maukah Anda menutup pintu?
Bisakah Anda menutup pintu?
Bolehkah Anda menutup pintu?
Apa pintunya terbuka ya?
Berupa pernyataan:
Anda bisa menutup pintu
Anda boleh menutup pintu
Pintunya terbuka
kalimat pertanyaan dan pernyataan diatas sama-sama memiliki makna “saya ingin anda menutup pintu!” atau “tutup pintunya!” atau “silahkan tutup pintunya”. Pernyataan diatas secara struktur tidak ada yang secara eksplisit memerintahkan untuk menutup pintu, namun yang terjadi orang yang mendengarkannya tetap akan menerima presuposisi untuk bergerak dan menutup pintu pada akhirnya.
Any Question?
To be continued....

0 Response to "Presuposisi Lingusitic (4)"
Post a Comment